Jamupedia

Gangguan Kesehatan Akibat Tanaman Berbahaya

"Suatu tumbuhan dapat dikategorikan berbahaya bagi manusia karena dapat menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia. Pada dasarnya bahaya yang ditimbulkan bisa melalui kontak langsung atau salah mengkonsumsi tanaman yang dianggap aman dikonsumsi."

Diterbitkan oleh : administrator  -  31/08/2020 10:08 WIB

4 Menit baca.

Tanaman berbahaya dapat menimbulkan efek tidak menyenangkan, gangguan kesehatan, hingga kematian karena mengandung senyawa kimia tertentu. Masing-masing senyawa tersebut tentunya menimbulkan reaksi yang berbeda-beda pada tubuh. Berikut efek yang bisa ditimbulkan akibat bersinggungan atau mengkonsumsi tanaman berbahaya!

1. Alergi?

Alergi adalah suatu reaksi terhadap kulit yang mampu menyebabkan rasa gatal. Alergi umumnya terjadi pada orang yang memiliki kulit sensitif. Jamur, ganggang tanah, serbuk sari pada beberapa jenis bunga dapat menimbulkan alergi. Biasanya hal-hal yang menjadi penyebab alergi ini berukuran kecil dan tak kasat mata yang mudah terbawa oleh angin. Selain itu, banyak juga tumbuhan yang bisa menimbulkan alergi, baik karena dimakan atau hanya bersinggungan. Beberapa contohnya antara lain duri, rambut atau bulu yang tumbuh di permukaan daun dan batang serta lapisan tanduk atau lilin di permukaan tanaman. Reaksi alergi juga berbeda-beda tiap orang, tergantung dari konsentrasi iritan dan lamanya kontak langsung. Ada yang alergi hanya sebentar dalam beberapa menit sampai ada yang beberapa hari. Beberapa jenis tanaman yang berpotensi menimbulkan alergi antara lain daun lateng, duri ujung daun pandan bali, dan bulu halus batang bambu.

 

Sumber gambar: https://tirto.id/

 

2. Iritasi Mulut dan Kerongkongan

Beberapa tanaman mengandung senyawa aktif tertentu, jika sampai termakan dalam keadaan mentah dapat menyebabkan sensasi rasa terbakar di mulut atau pun kerongkongan karena mengandung kalsium oksalat yang tidak larut dalam air. Tak hanya itu saja, tanaman yang mengandung golongan resin dan protoenemonine menyebabkan gelembung-gelembung dan pembengkakan di bibir, lidah, kerongkongan, dan saluran pencernaan. Tanaman itu di antaranya talas, keladi, sri rejeki, pilodendrom dan lain sebagainya.

 

Sumber gambar: manado.tribunnews.com

 

3. Iritasi Lambung?

Tanaman yang mengandung alkaloid likorine dan glikosida dapat menyebabkan reaksi mual, muntah sampai diare karena kandungan tersebut masuk ke dalam lambung. Jika tertelan dalam jumlah besar bisa menyebabkan muntah yang disertai dengan darah. Tanaman yang menjadi pemicu alergi ini di antaranya bunga torong, bakung, bunga lilin dan beberapa keluarga polong-polongan.

 

Sumber gambar: www.honestdocs.id

4. Diare

Tanaman yang menyebabkan diare yaitu tanaman yang mengandung senyawa aktif seperti saponin, resin, taksin, dan protoanemonin. Senyawa saponin umumnya dimiliki oleh hampir semua tanaman. Saponin ini dapat menyebabkan efek mual, muntah, dan diare. Bagian tanaman yang mengandung saponin menyebabkan gastroenteristis yang parah.? Tanaman itu di antaranya, buah tinta, jarak kepyar, biji bengkuang, biji munggur, dan buah rerak.

 

Sumber gambar: lifepack.id

5. Gangguan Sistem Saraf

Tanaman beracun yang dikonsumsi atau kontak langsung dapat menyebabkan gangguan saraf seperti depresi, kejang-kejang, dan halusinasi. Efek depresi yang ditimbulkan umumnya berupa akibat reaksi tunggal dari satu tanaman saja. Tanaman itu di antaranya jamur payung, buah ake, dan asap getah pinus. Efek kejang-kejang ditimbulkan dari beberapa tanaman yang mengandung senyawa abdromedotoxin, veratrin, taxine solanin dan aksalat larut.? Tanaman itu di antaranya tanaman juniperus, tansy, dan vita. Sedangkan efek halusinasi ditimbulkan oleh senyawa heroin, hydromorpin, hydrochloride, dan morphin. Tanaman itu di antaranya, ganja, candu dan morning glory.?

6. Gangguan Fungsi Hati

Gangguang fungsi hati akibat tanaman memang jarang terjadi. Umumnya, efek kerusakan hati berupa efek sekunder dari konsumsi tanaman yang tercemar racun kontaminasi jamur. Namun demikian beberapa tanaman juga memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi menimbulkan kerusakan sel-sel hati. Seperti senyawa hypoglocine A, B-metilene-klorofil-l-a-amino-propionic acid dan hypoglocine B. Tanaman yang mengandung senyawa tersebut di antaranya, pecutan, sikas dan ake.?

Dari uraian di atas diketahui bahwa tanaman beracun sangatlah berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, kita harus sangat berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan khususnya yang berasal dari tanaman. Tentunya, Sobat juga harus mengenali apa saja yang termasuk tanaman berbahaya dan tidak berbahaya bukan? Nah, untuk itu baca artikel berikut tentang jenis-jenis tanaman berbahaya!

Sumber:?

Departemen Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2009. Mengenal Tumbuhan Berbahaya di Sekitar Kita. Tawangmangu: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obatan Tradisional

 

Mengenal Tanaman Berbahaya di Sekitar Kita

Alamanda yang Bisa Bikin Alergi

Jangan Sampai Termakan, Daun Sri Rejeki Mengandung Racun?

Tapak Dara: Si Cantik Berkhasiat yang Jangan Dikonsumsi Berlebihan?

Tembakau Bisa Jadi Obat Tetapi Jangan Dihisap