King of Bitter, Tau Lebih Tentang Tanaman Sambiloto
"Sambiloto merupakan tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat. Tanaman ini cukup populer saat terjadi pandemi Covid-19 karena disebut-sebut mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu proses penyembuhan pasien Covid-19. Sampai saat ini, sudah banyak penelitian terkait khasiat sambiloto untuk mengatasi berbagai penyakit. "Diterbitkan oleh : Newa - 23/02/2026 14:36 WIB
3 Menit baca.
Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) atau dikenal sebagai “King of Bitters” bukanlah tanaman asli Indonesia melainkan dari India. Di tempat asalnya, sambiloto adalah tumbuhan liar yang digunakan untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan seperti disentri, diare, atau malaria. Hal ini tertulis dalam buku Indian Pharmacopoeia dan telah disusun paling sedikit dalam 26 resep Ayurvedic. Sedangkan dalam Traditional Chinese Medicine (TCM) sambiloto digunakan sebagai penurun panas dan detox tubuh. Seiring berjalannya waktu tanaman ini kemudian menyebar ke daerah Asia Tenggara hingga ke Indonesia.

Sumber : Halodoc.com
Sambiloto telah digunakan sebagai tanaman obat oleh masyarakat Indonesia sejak pertengahan akhir abad ke-20, menurut data spesimen yang ada di Herbarium Bogoriense di Bogor tanaman sambiloto sudah ada di Indonesia sejak tahun 1893. Di beberapa daerah di Indonesia, sambiloto dikenal dengan berbagai nama. Masyarakat Jawa Tengan dan Jawa Timur menyebut tanaman ini dengan sebutan bidara, sambiroto, sambiloto, sadilata, takilo, paitan, dan sambiloto. Di Jawa Barat tanaman ini dikenal dengan sebutan ki oray, takila, dan ki peurat. Di Bali lebih dikenal dengan sebutan sambiloto. Sementara itu masyarakat Sumatera dan sebagian besar masyarakat Melayu menyebut tanaman ini dengan nama pepaitan atau ampadu.

Sumber : Kompas.com
Tanaman sambiloto memiliki batang berkayu berbentuk bulat atau segi empat dan memiliki banyak cabang (monopodial). Sambiloto memiliki daun tunggal saling berhadapan, berbentuk lanset dengan tepi rata dan permukaannya halus. Bunganya kecil berwarna putih keunguan, berbentuk jorong, dengan pangkal dan ujungnya yang lancip.

Sumber : detik.com
Seluruh bagian tanaman sambiloto mulai dari daun, batang, bunga, hingga akarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jamu, maka dari itu dalam penggunaanya tanaman sambiloto disebut sebagai herba sambiloto yang memiliki rasa sangat pahit, meski begitu bagian tanaman sambiloto yang umum digunakan adalah daun dan batangnya. Berikut khasiat dari herba sambiloto :
Antidiabetes
Daun sambiloto mengandung senyawa fitokimia seperti andrografolid, andrografin, flavonoid, penikulin, dan senyawa lain yang memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan dalam senyawa tersebut mampu menghambat stress oksidatif yang menjadi sumber kematian sel beta organ pankreas penghasil insulin. Sambiloto memiliki potensi yang cukup menjanjikan sebagai bahan baku obat antidiabetes.
Imunomodulator
Ada beberapa tanaman obat tradisional yang memiliki aktivitas sebagai imunomodulator, salah satunya adalah tanaman sambiloto. Sambiloto memiliki senyawa aktif yang bernama andrografolid, di mana senyawa ini dapat berperan sebagai imunomodulator khususnya imunostimulan yang mampu meningkatkan kerja sistem imun. Kandungan andrografolid di dalam tanaman sambiloto mampu meningkatkan fungsi sistem pertahanan tubuh seperti sel darah putih untuk menyerang bakteri dan antigen lainnya.
Hepatoprotektor
Tak hanya temulawak, sambiloto mengandung senyawa andrografolid yang dapat melindungi hati dengan mengembalikan kadar enzim hati seperti SGPT, SGOT, LDH, bilirubin pada hati.
Cara konsumsi sambiloto:
Rebus 1 sendok makan serbuk sambiloto atau 20 lembar daun sambiloto kering dengan segelas air, rebus hingga menyisakan air ¼ bagian. Saring dan tambahkan madu untuk mengurangi rasa pahit sebelum diminum. Konsumsi ramuan ini 3 – 4 kali dalam sehari.
Daftar pustaka :
Saputra, (2021). Potensi Ekstrak Daun Sambiloto Sebagai Obat Antidiabetes. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 3(2):253-260
https://www.socfindoconservation.co.id/plant/480
Alkandari dkk, (2021). Review : Aktivitas Immunomodulator Tanaman Sambiloto. Jurnal Farmaka. 6(13):16-21
Indah, (2023). Review Artikel : Efek Hepatoprotektor Pada Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Jejas Hati Imbas Obat Antituberkulosis. Jurnal Pendidikan dan Konseling. 5(1):598-601