Jamupedia

Dekat Dengan Herbal di Hari Jamu Nasional 2022

"Hari Jamu Nasional 2022 bisa menjadi batu pijakan dalam menggencarkan kampanye hidup sehat bersama herbal. Jamu sudah digunakan selama ribuan tahun sebagai obat yang mujarab serta tidak merusak alam"

Diterbitkan oleh : Farida  -  27/05/2022 20:58 WIB

3 Menit baca.

Hari Jamu Nasional diperingati setiap tanggal 27 Mei. Tahun 2022 menjadi kali ke-14 Hari Jamu Nasional diperingati. Selain sebagai simbol untuk mempertahankan eksistensi jamu, Hari Jamu Nasional 2022 bisa menjadi batu loncatan untuk semakin menggencarkan gaya hidup sehat dengan herbal. Pandemi menjadi bukti bahwa herbal atau jamu tradisional, adalah salah satu pilihan terbaik untuk melakoni gaya hidup sehat.

www.antaranews.com

Selama kondisi pandemi COVID-19 yang pertama terjadi di awal 2020, konsumsi jamu tradisional mengalami peningkatan. Salah satu penyebabnya adalah jamu tradisional terbukti memiliki manfaat positif untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Fakta terkait meningkatnya konsumsi jamu tradisional di masa pandemi terabadikan di berbagai berita di media-media online. Dikutip dari laman kompas.tv, produksi jamu rumahan mengalami peningkatan selama pandemi. Berdasarkan berita yang dimuat pada Oktober 2020 itu, seorang pengusaha jamu rumahan di Palembang, Sumatera Selatan mengalami peningkatan pesanan. Produk yang paling laris di masyarakat adalah jamu untuk daya tahan tubuh.

beritabaru.co

Diberitakan suara.com pada Juli 2021, PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah meningkatkan penjualan empon-empon yang menjadi bahan baku jamu. Semakin majunya teknologi dan sistem transaski online membuat penjualan bahan baku jamu bisa tetap meningkat mesti masyarakat tidak bertatap muka dan mengurangi mobilitas.

Toko-toko jamu baik yang konvensional maupun kekinian juga ikut mendapat ledakan konsumen di masa pandemi. Salah satunya adalah Warung Jamu Ginggang. Meski kehilangan pengunjung mancanegara, masa pandemi justru membuat konsumsi jamu oleh konsumen lokal di warung jamu tradisional yang berlokasi di Yogyakarta itu meningkat drastis.?

Dikutip dari laman Tribun Jogja, pengelola Jamu Ginggang, Ike Yulita Astiani menegaskan selama pandemi Covid-19, konsumen di Jamu Ginggang mengalami peningkatan. Jamu Temulawak, Beras Kencur, dan Kunyit Asam menjadi idaman konsumen karena dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Fakta-fakta tersebut menjadi bukti bahwa jamu tradisional masih banyak dikonsumsi dan khasiatnya masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dalam momen Hari Jamu Nasional 2022, perlu sekali lagi dilakukan penguatan pola pikir agar jamu tak hanya dicari saat pandemi, namun jamu bisa dijadikan sebagai rutinitas pola hidup sehat.

Sangatlah mudah untuk menjadikan jamu sebagai rutinitas dalam pola hidup sehat kita. Sekarang ini jamu bisa didapatkan dengan banyak cara. Toko-toko online terpercaya sudah mudah diakses.? Kalau ingin jamu-jamu yang kekinian, sesekali kita bisa mengunjungi cafe-cafe jamu yang ada di berbagai kota.

Apabila kita lebih suka jamu bernuansa tradisional, kita bisa mencari penjual jamu gendong dan menjadi pelanggan tetap. Tak sampai disitu saja, apabila teman-teman termasuk individu perfeksionis yang ingin membuat jamu secara mandiri, teman-teman bisa membeli bahan baku di pasar-pasar tradisional dan meraciknya sendiri di rumah.

Teman-teman pun bisa menanam bahan jamu di rumah. Jahe, kunyit, kencur, dan lengkuas adalah beberapa jenis bahan jamu yang bisa ditanam di pekarangan rumah bahkan dalam pot atau polibag. Ada banyak penjual jamu di kampung sentra jamu yang awalnya hanya ikut-ikut menanam tanaman herbal untuk jamu. Lama-kelamaan mereka belajar cara mengolah tanaman herbal menjadi jamu, yang kemudian kebiasaan itu memberikan nilai ekonomi bagi mereka.

Melalui tekad yang kuat dari berbagai lini masyarakat serta pemangku kebijakan, bukan tidak mungkin Hari Jamu Nasional 2022 ini menjadi awal baru untuk kejayaan jamu di Indonesia. Apabila ekosistem jamu tradisional sudah besar di negeri sendiri, maka target selanjutnya adalah menduniakan jamu tradisional Indonesia. Dari Indonesia, jamu siap mendunia!?