Jamupedia

Fakta dan Mitos Kerokan

"Kerokan adalah salah satu alternatif pengobatan tradisional yang masih banyak dilakukan di berbagai wilayah. Apa fakta dan mitos tentang kerokan yang Sobat sering dengar? "

Diterbitkan oleh : Kurnia HD  -  25/11/2020 11:33 WIB

2 Menit baca.

Sebagai salah satu pengobatan tradisional yang populer di tengah masyarakat, tentunya banyak hal-hal atau informasi tentang kerokan yang beredar di masyarakat. Benarkah setiap informasi mengenai kerokan yang kita tahu selama ini, cek fakta dan mitos tentang kerokan di bawah ini, ya!

 

Sumber gambar: kitakini.news

Fakta

  1. Kerokan tidak hanya menjadi jenis pengobatan alternatif di Indonesia. Kerokan juga dikenal di beberapa negara asia dengan sebutan yang berbeda. Kerokan di Vietnam dikenal dengan sebutan cao gio, di Kamboja kerokan disebut dengan goh kyol, dan di Cina disebut dengan gua sha.
  2. Kerokan tidak dapat menyembuhkan masuk angin dan tidak ada istilah masuk angin dalam dunia medis. Istilah masuk angin mengacu pada kondisi perut mual, kembung, demam, atau flu. 
  3. Kerokan tidak akan menyebabkan iritasi pada kulit jika dilakukan dengan benar. Bahkan, kerokan dapat melancarkan peredaran darah jika melewati titik akupuntur pada tubuh.
  4. Arah yang disarankan untuk melakukan kerokan yaitu sejajar dengan tulang belakang, sejajar dengan bahu, dan menyamping.
  5. Tidak semua orang boleh melakukan kerokan. Pada kondisi tertentu, seseorang tidak disarankan untuk kerokan, misalnya ketika kondisi kulit tidak sehat (eksim, kulit terbakar, jerawat, infeksi karena bakteri dan jamur). Selain itu, penderita diabetes melitus tidak disarankan untuk kerokan. Luka ringan yang disebabkan karena kerokan dapat menjadi masalah baru karena umumnya luka penderita diabetes sulit untuk sembuh.
  6. Sangat tidak dianjurkan mandi setelah kerokan karena tubuh akan menjadi kaget karena perubahan suhu yang drastis.
  7. Tidak disarankan melakukan kerokan bagi wanita hamil karena kerokan dapat memunculkan hormon prostaglandine yang dapat menyebabkan kontraksi.
  8. Anak-anak juga dapat melakukan terapi kerokan. Akan tetapi, jauh lebih baik jika menggunakan bawang merah sebagai media keroknya untuk menghindari iritasi atau luka pada kulit anak.
  9. Kerokan membuat peradangan pada permukaan kulit dan melebarkan pembuluh darah.

Mitos

  1.  Kerokan dapat menyembuhkan masuk angin. Bahkan, sebagian besar masyarakat percaya angin dalam tubuh dapat ke luar dari pori-pori kulit yang telah dikerok. Semakin gelap warna merah, semakin banyak angin yang ke luar.
  2. Kerokan dapat dilakukan di hampir semua bagian tubuh untuk mengobati masuk angin. Kerokan tidak boleh dilakukan di bagian tubuh tertentu karena dapat membahayakan organ dalam. 
  3. Kerokan di leher dapat mengobati pusing kepala dan sakit gigi.

Itulah fakta dan mitos kerokan yang ada di sekitar saat ini. Sudah tahu kan kebenaran sejati dari kerokan? Meskipun tidak menyembuhkan masuk angin, kerokan dapat membuat tubuh kita lebih releks dan meningkatkan sistem imun kita.

 

Daftar Pustaka

https://www.youtube.com/watch?v=Zmb5SsDZSmo

https://www.halodoc.com/artikel/benarkah-kerokan-bisa-sembuhkan-masuk-angin

https://kumparan.com/kumparanstyle/kerokan-sembuhkan-masuk-angin-mitos-atau-fakta/full

https://www.hipwee.com/tips/10-fakta-tentang-kerokan-yang-mungkin-belum-kamu-tahu/

https://www.kompasiana.com/yerie/5a0d61592599ec56356fc263/bukan-hanya-tradisi-di-indonesia-kerokan-ternyata-juga-populer-di-sejumlah-negara