Jamupedia

Nginang : Rahasia Nenek Moyang dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

"Nginang merupakan aktivitas mengunyah sirih dan campuran antara kapur, sirih, gambir, pinang, dan tembakau.Tradisi nginang memiliki peran penting dalam hal kesehatan, kegiatan sosial, dan upacara. di Pulau Jawa sendiri, pinang dan sirih sudah disebutkan dalam beberapa prasasti abad kesembilan dan sepuluh Masehi. Berita Dinasti Sung abad kesepuluh sampai empat belas masehi mencantumkan sirih dan pinang sebagai salah satu dagangan yang diekspor dari Pulau Jawa."

Diterbitkan oleh : Newa  -  26/02/2026 16:01 WIB

3 Menit baca.

Mengunyah sirih dan pinang atau masyarakat jawa menyebutnya dengan istilah nginang merupakan kebiasaan yang diturunkan oleh nenek moyang kita untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara tradisional. Tak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, tradisi ini juga memiliki filosofi tersendiri di kalangan masyarakat, jika dilihat dari sudut pandang sosial yang diyakini masyarakat, apabila memberikan sirih dan pinang sebagai suguhan kepada tamu akan memberikan kesan rendah hati bagi si tuan rumah.

Sumber : timesindonesia.co.id

Nginang, merupakan sebuah kegiatan meramu bahan yang terdiri dari daun sirih, pinang, kapur sirih/injet, tembakau, dan gambir yang dikunyah secara bersamaan dalam waktu yang lama, rasa pedas dari pinang memiliki sensasi tersendiri bagi para penikmatnya. Dahulu, kegiatan ini tak hanya dilakukan oleh orang tua saja, para remaja yang suka ngemil pun ikut mengunyah pinang.

Bahan – bahan yang digunakan untuk nginang dipercaya memberikan manfaat bagi kesehatan gigi dan mulut. Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, kebanyakan orang yang nginang memang memiliki kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik. Rata-rata orang yang mengunyah kinang memiliki ketahanin gigi yang baik seperti jarang berlubang dan tetap utuh bahkan sampai tutup usia. Hanya saja, nginang menyebabkan gigi berubah warna menjadi kekuningan atau kemerahan.

Sumber : budayabali.com

Daun sirih mengandung senyawa fitokimia kavikol, yang memiliki kemampuan sebagai bakterisida 5 kali lebih kuat dari senyawa fenol biasa. Karena kandungan tersebut daun sirih memiliki manfaat sebagai antibakteri terhadap bakteri yang ada di dalam mulut. 

Pinang terutama bijinya mengandung senyawa bioaktif seperti tanin dan flavonoid yang dapat menguatkan gigi. Selain itu, kandungan taninnya dapat menghambat perkembangbiakan bakteri di dalam mulut, sehingga terbentuk keseimbangan ekosistem di dalam mulut.

Kapur sirih bukanlah kapur biasa yang dicampur dengan daun sirih. Kapur sirih terbuat dari batuan karang yang dibakar hingga menjadi abu berwarna putih. Abu inilah yang kemudian digunakan sebagai bahan untuk nginang. Kapur sirih mengandung senyawa kadinen, karvakol, sineol, kavinol, dan zat samak. Kandungan inilah yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Namun perlu diperhatikan, karena memiliki sifat yang panas penggunaan kapur sirih dapat menimbulkan reaksi seperti terbakar pada kulit yang sensitif.

Gambir mengandung catechin, asam catecu, asam catecu tanat, quersetin, catechu merah, gambir fluorescein, abu, lemak, dan lilin. Katekin pada gambir ternyata memiliki khasiat sebagai antitumor dan antioksidan. Tak hanya itu, kandungan katekin pada gambir dapat mencegah pembentukan karang gigi.

Tembakau, umumnya diambil daunnya untuk digunakan sebagai bahan pembuatan rokok. Dalam proses nginang, tembakau juga akan dikunyah bersama bahan lainnya. Daun tembakau memiliki kandungan flavonoid, seperti yang kita tahu senyawa flavonoid merupakan sumber antioksidan alami yang baik bagi tubuh untuk menghambat radikal bebas, Kandungan flavonoid pada tembakau dapat mencegah karies gigi atau gigi berlubang.