Jamupedia

Menyegarkan & Menyehatkan, Begini Cara Membuat Bir Pletok Khas Betawi

"Meski dinamakan bir, namun minuman ini tidak memabukkan karena tidak mengandung alkohol. Bir pletok muncul sebagai bentuk kreativitas masyarakat Betawi yang memodifikasi minuman bir yang biasa dikonsumsi orang Belanda agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat Betawi yang sebagian besar beragama Islam"

Diterbitkan oleh : Farida  -  24/03/2022 14:19 WIB

3 Menit baca.

Minuman tradisional Indonesia ada bermacam-macam. Salah satu minuman tradisional yang cukup terkenal adalah Bir Pletok, sebuah minuman tradisional khas Betawi yang bisa diminum saat hangat atau dingin. Cara membuat bir pletok bisa dibilang mudah. Namun, sebelum membahas cara membuatnya, yuk kita pahami asal muasal dan khasiat bir pletok.

Sumber: https://img.herstory.co.id/

Bir Pletok sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Konon katanya warga Betawi membuat bir pletok karena terinspirasi dari minuman wine yang kerap diminum orang Belanda. Warga Betawi yang mayoritas beragama Islam tentunya tak bisa mengonsumsi wine karena minuman beralkohol dilarang dalam agama Islam. 

Tak kehabisan akal, warga Betawi bereksperimen dengan berbagai rempah untuk menciptakan minuman dengan tampilan mirip wine. Akhirnya ditemukanlah minuman rempah yang dikenal dengan nama Bir Pletok. Nama Bir Pletok diambil dari inspirasinya yang merupakan minuman memabukkan dan dahulu ada kebiasaan menyimpan bir pletok di rongga bambu, bunyinya yang pletak-pletok menjadikan orang zaman dahulu menyebutnya sebagai Bir Pletok.

Bir Pletok Sebuah Simbol Kesuksesan

Seiring perkembangan dan perubahan zaman, bir pletok berkembang menjadi minuman khas Betawi. Minuman ini dijual mulai dari kaki lima hingga rumah makan besar. Di kalangan warga Betawi ada anggapan bir pletok menggambarkan kesuksesan, kemegahan, atau keberhasilan.

Dikutip dari laman Travel Kompas, bir pletok adalah simbol kemegahan di berbagai perayaan orang Betawi. Sebuah perayaan seperti pernikahan atau sunatan yang menghidangkan bir pletok dianggap sebagai penggambaran kalau orang yang menikah  atau keluarga yang menyunatkan anaknya sudah sukses. Bahkan ada anggapan, meski kue dan suguhan lain melimpah, namun bila bir pletok tidak ada, maka perayaan belum terasa mewah. 

Bahan-Bahan Bir Pletok

Bir pletok berwarna merah marun kecoklatan. Rasanya cenderung pedas dan manis. Aroma rempah dan wangi daun pandan biasanya cukup kuat. Hal itu didapat dari kombinasi antara kapulaga, cabe jawa, secang, gula, kayu manis, jahe, serai, pala, cengkeh, dan daun pandan.

Sumber: www.liputan6.com

Cara membuat bir pletok cukup mudah, pertama-tama bersihkan semua bahan-bahan. Untuk jahe lebih baik dibakar sebentar kemudian digeprek. Potong kecil bahan-bahan selain gula dan daun pandan. Rebus semua bahan selain gula dan daun pandan. Setelah matang, saring agar ampas terpisah. Kemudian sekali lagi rebus air bir pletok dengan tambahan gula dan daun pandan.

Setelah matang, bir pletok sudah bisa dihidangkan. Sobat bisa meminumnya saat hangat atau bisa juga menunggu dingin dan meminumnya menggunakan es.

Khasiat Bir Pletok

Bisa dikatakan bir pletok merupakan inovasi jamu. Pada masa itu masyarakat Betawi menggunakan bambu untuk menyimpan bir pletok. Hal tersebut terbilang jarang karena kebanyakan jamu disimpan dalam botol.

Sebagai jamu dengan bahan baku rempah-rempah, bir pletok dipercaya memiliki khasiat untuk tubuh. Bir pletok dipercaya mampu mengatasi masuk angin. Selain itu, dikutip dari Tagar.id, secang yang digunakan untuk membuat bir pletok mampu mengatasi gangguan pencernaan. Hal itu disebabkan secang mengandung asam galat dan tanat yang berfungsi mengobati diare.

Jahe yang terkandung dalam bir pletok mampu mengantisipasi sakit kepala. Jahe berfungsi untuk menghambat kerja prostaglandin yang memicu sakit kepala. Selain itu bir pletok juga dianggap mampu menambah nafsu makan dan meningkatkan imunitas tubuh.

Penasaran untuk membuktikan khasiat bir pletok? Sila praktikkan tutorial cara membuat bir pletok di atas ya, dijamin menyenangkan.