Diterbitkan oleh : Newa - 20/04/2026 16:38 WIB
3 Menit baca.
Jamu kini semakin eksis di negeri sendiri, terlebih saat ini jamu sudah diakui sebagai warisan dunia UNESCO. Jamu yang biasanya kita temui dijajakan oleh Mbok jamu Gendong berkeliling kampung, kini juga telah hadir sebagai fasilitas di Puskesmas dalam program pojok jamu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan tingkat kebugaran masyarakat di wilayah kerja suatu puskesmas. Penyelenggaraan program ini didasarkan atas komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi kesejahteraan masyarakat.

Sumber gambar : pkm-sindangjaya.tangerangkab.go.id
Terselenggaranya inovasi baru pojok jamu di puskesmas juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jumlah konsumsi jamu di masyarakat dengan maksud dan tujuan tertentu. Salah satunya, meningkatkan konsumsi jamu sehari-hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Beberapa puskesmas di Jawa Tengah telah merealisasikan program pojok jamu yang tentunya mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat. Program pojok jamu ini bekerja sama dengan para penyehat tradisional di wilayah kerja suatu puskesmas.

Sumber : pkm-sindangjaya.tangerangkab.go.id
Program pojok jamu di puskesmas menyediakan berbagai macam jamu tradisional menyehatkan dengan harga yang ramah dikantong. Lalu, bagaimana cara mengakses pojok jamu? Caranya mudah, Sobat hanya perlu datang ke puskesmas setempat yang telah menyediakan pelayanan kesehatan tradisional. Biasanya program ini diadakan setiap hari jumat, tetapi tidak menutup kemungkinan program ini juga diadakan setiap hari oleh puskesmas penyelenggara.
Selain terobosan pojok jamu. Di puskesmas juga terdapat taman toga, berisi tanaman – tanaman obat keluarga yang dapat ditanam di rumah sebagai swamedikasi masyarakat dalam menangani sakit ringan. Tentunya taman toga menjadi media bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat mengenai tanaman obat dan fungsinya.