Jamupedia

10 Bahan Alami Ini Bisa Jadi Solusi Perawatan Rambutmu

"Rambut tak hanya sebagai pelengkap penampilan, rambut yang sehat dapat menunjang penampilan. Perawatan rambut dapat meningkatkan kesehatan rambut sehingga rambut terawat dan sehat. Salah satu cara merawat kesehatan rambut adalah dengan menggunakan bahan alami yang terbukti secara empiris bermanfaat bagi rambut."

Diterbitkan oleh : Newa  -  13/01/2026 13:38 WIB

3 Menit baca.

Rambut menjadi bagian tubuh yang paling banyak disorot, rambut yang sehat akan meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Rambut yang sehat ditandai dengan warna rambut yang hitam, berkilau, tidak rontok, tidak berketombe, tidak bercabang, tidak kusam, serta mudah diatur. Sejak zaman dahulu, masyarakat kita telah memanfaatkan bahan – bahan alami untuk menunjang kesehatan rambut. 

Sumber : www.halodoc.com

Bahan alami dipilih karena pada zaman dahulu memang belum ada produk perawatan kecantikan modern yang terkenal lebih simpel dan instant. Namun jangan salah, bahan-bahan alami yang digunakan berdasarkan pengalaman oleh nenek moyang kita juga tak kalah bagusnya untuk rambut bila digunakan secara teratur. Berikut beberapa bahan alami yang digunakan sebagai bahan perawatan rambut dan cara penggunaannya. 

  • Kemiri (Aleurites moluccana)

Sumber : www.tempo.co

Kemiri dimanfaatkan bijinya untuk diambil minyaknya. Minyak kemiri mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Minyak kemiri digunakan untuk perawatan rambut karena terbukti mampu menyuburkan rambut dan mengatasi kerontokan, minyak kemiri biasanya dioleskan secara langsung pada batang rambut sebelum keramas. Secara tradisional masyarakat Dayak menggunakan kemiri dengan cara dibakar terlebih dahulu sebelum dioleskan pada permukaan rambut sebelum dibilas dengan bahan alami lainnya.

  • Urang-aring (Eclipta prostrata)

Sumber : www.socfindoconservation.co.id

Urang-aring mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin. Urang-aring dapat memperbaiki rambut yang rusak, dan memberikan warna hitam berkilau pada rambut. Karena manfaatnya ini, urang-aring sering dikemas dalam sediaan sampo dan serum rambut. Secara tradisional masyarakat Jawa menggunakan urang – aring dengan meremas herba urang-aring kemudian ditambahkan dengan 2 gelas belimbing (+- 200 ml) air, diembunkan semalaman, lalu dibasuhkan ke kulit kepala sambil dipijat perlahan.

  • Daun mangkokan (Nothopanax scutellarium)
Sumber : www.rri.co.id

Daun mangkokan sejak dulu telah dimanfaatkan oleh suku Jawa sebagai cem ceman untuk masker sebelum keramas. Daun mangkokan mengandung flavonoid yang dapat merangsang pertumbuhan rambut, menutrisi folikel rambut, dan meningkatkan sirkulasi darah pada daerah rambut. 

  • Seledri (Apium graveolens)

Sumber : www.rri.co.id

Daun dan batang seledri memiliki manfaat yang baik untuk rambut. Kandungan apigenin dalam seledri dapat memicu pertumbuhan rambut, membuat rambut sehat, mencegah rambut bercabang, dan menutrisi rambut. Seledri juga aman bila digunakan untuk bayi dan dapat mencegah kebotakan. Secara tradisional, penggunaan seledri untuk rambut dilakukan dengan menumbuk daun dan batang seledri dan diberi sedikit air, kemudian dioleskan ke batang rambut sebelum keramas.

  • Lidah buaya (Aloe Vera)

Sumber : www.indonesiakaya.com

Lidah buaya mengandung aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe emodin, aloenin, aloesin. Lidah buaya berperan untuk menguatkan akar rambut, merawat rambut kering, dan mengurangi kerontokan. Lidah buaya juga digunakan sebagai obat alami untuk alopecia. Secara tradisional penggunaan lidah buaya adalah dengan mengoleskan lendir lidah buaya ke rambut dan digunakan sebagai masker sebelum keramas. 

  • Kelapa (Cocos nucifera)

Sumber : www.detik.com

Minyak kelapa mengandung trigliserida berupa asam laurat sebanyak 48%. Senyawa ini dapat menembus jaringan rambut hingga ke sel terdalam, melapisi permukaan rambut agar terhindar dari kerusakan, merawat jaringan rambut yang rusak. Secara tradisional penggunaan minyak kelapa untuk merawat rambut dengan membakar kelapa kemudian diambil minyaknya, lalu minyak tersebut dioleskan ke rambut secara merata.

  • Pelepah Pisang (Musa sp.)

Sumber : www.greeners.co

Air pelepah pisang ternyata memiliki manfaat bagi rambut. Pelepah pohon pisang mengandung senyawa seperti flavonoid, saponin, triterpenoid, steroid, alkaloid, dan tanin. Air pada pelepah pisang dapat menutrisi rambut dan kulit kepala. Secara tradisional penggunaan pelepah pisang untuk rambut dilakukan dengan mencincang pelepah pisang menjadi potongan kecil kemudian diperas untuk diambil airnya.

  • Tomat (Solanum lycopersicum)

Sumber : www.detik.com

Ekstrak buah tomat mengandung pigmen warna merah karotenoid, terutama likopen dan beta karoten. Karotenoid ini juga memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu menguatkan akar rambut. Cara penggunaan buah tomat untuk menjaga kesehatan rambut dengan mengkonsumsi secara langsung buah tomat setiap hari atau dengan menghaluskan buah tomat menggunakan bender kemudian ditambahkan dengan 2 sendok madu murni, lalu dioleskan secara merata ke bagian batang rambut sebagai kondisioner.

  • Waru (Hibiscus tiliaceus L)

 

Sumber : www.rri.co.id

Sumber :

Daun waru biasanya digunakan sebagai bahan baku perawatan kecantikan rambut secara tradisional seperti pembuatan sediaan cemceman. Tumbuhan waru mengandung senyawa saponin, flavonoid, tanin, skopoletin, amida, asam fanilat, stigmasterol, dan campuran sitostenone. Ekstrak daun waru dapat membantu menyuburkan rambut, mengurangi kerontokan, dan mengatasi ketombe. Secara tradisional cara menggunakan daun waru sebagai hair tonic dengan meremas daun waru lalu diambil airnya. Air dari perasan daun tersebut kemudian diembunkan semalaman, setelah itu diaplikasikan ke kulit kepala dan rambut sambil dipijat secara perlahan selama beberapa saat.

  • Alpukat (Persea gratissima)

 

Sumber :www.halodoc.com

Buah alpukat memiliki kandungan saponin, alkaloid, flavonoid, vitamin c, lemak jenuh, dan zinc. Kandungan tersebut dapat membantu mengurangi ketombe dan menjaga kesehatan rambut. Secara tradisional cara penggunaan buah alpukat untuk rambut adalah dengan mencampurkan daging buah alpukat dengan tiga sendok minyak kelapa, lalu dioleskan ke bagian batang rambut hingga merata, diamkan sambil dipijat secara perlahan.

 

Referensi : 

Dinata et al., (2024). Kajian Pemanfaatan Tanaman Tradisional Indonesia Untuk Perawatan Kulit Atau Rambut. The Journal Tropical of Biology. 8(1):13-22.

Zulpakor, O. (2018). Studi Etnofarmasi Tanaman Obat Untuk Perawatan Dan Penumbuh Rambut Pada Beberapa Daerah Di Indonesia. Jurnal Jamu Indonesia.3(3):81-88.