Jamupedia

Perpaduan Sari Kedelai dan Kuah Jahe dalam Semangkok Tahok

"โ€œSemangkuk Sari Kedelai dengan kuah wedang jahe adalah hidangan yang pas sebagai menu sarapan, terlebih di pagi hari yang dingin. Hhmm, dari komposisinya sudah jelas kan bahwa makanan ini pasti mengandung nilai gizi tinggi. Makanan langka yang menyimpan sejarah ini hanya akan Sobat temukan di wilayah Pasar Gedhe Soloโ€. "

Diterbitkan oleh : Farida  -  15/10/2020 09:02 WIB

0 Menit baca.

Makanan bukan sekedar urusan perut dan penghilang rasa lapar. Makanan menjadi salah satu bentuk budaya yang melebur erat dalam masyarakat. Sejarah, kondisi alam, serta adat dan istiadat masyarakat di suatu wilayah akan mempengaruhi makanan khas yang ada di wilayah tersebut. Misalnya, wilayah pesisir akan banyak memiliki makanan khas yang berbahan dasar hasil laut. Begitu pun wilayah yang memiliki keberagaman suku bangsa, akan muncul makanan yang merupakan perpaduan dua budaya atau lebih. Salah satunya adalah tahok, makanan khas Solo yang saat ini mulai langka.

 

 

Tahok pada awalnya adalah makanan masyarakat Tionghoa yang tinggal di wilayah Pecinan Solo. Seiring berjalannya waktu, makanan ini mulai diterima oleh masyarakat lokal dan menjadi salah satu makanan khas Solo. Tahok berasal dari kata dalam bahasa Tionghoa, yaitu tahoa, yang terdiri dari dua suku kata tao atau teu dan ha atau hu. Tao atau teu artinya kacang kedelai sedangkan hoa atau hu berarti lumat. Jadi, tahoa adalah kacang kedelai yang dilumatkan atau dihaluskan. Dilihat dari namanya, sudah bisa diketahui bahwa tahok adalah makanan yang dibuat dari bahan dasar kacang hijau yang dihaluskan. Sekilas tahok terlihat mirip tahu tetapi memiliki tekstur yang lebih lembut dan lumer di mulut.

Tahok disajikan dengan kuah jahe hangat. Perbedaan wedang jahe yang umum kita nikmati di angkringan dan jahe yang menjadi kuah tahok adalah tingkat kepedasan. Jahe pada kuah tahok dibuat tidak terlalu pedas sehingga masih bisa dinikmati oleh anak-anak. Kuah jahe pada tahok dibuat dari gula merah, jahe bakar, daun pandan, dan sedikit sereh yang dimasak bersama air. Tujuan penggunaan jahe adalah untuk menyamarkan bau kedelai.

 

 

Perpaduan antara sari kedelai yang lembut dengan kuah yang segar manis sekilas terlihat sederhana. Namun proses pembuatannya cukup memakan waktu. Proses pembuatannya diawali dengan merendam kedelai selama satu malam. Kemudian, kedelai dipisahkan dari kulitnya lalu digiling hingga halus. Biasanya, ada alat tradisional yang khusus digunakan untuk menggiling kedelai. Alat ini terdiri atas dua roda batu yang ditumpuk dan dihubungkan dengan as pada tangkai kayu sebagai pemutarnya. Roda batu bagian atas berbentuk cekung dan mempunyai lubang kecil sebagai tempat masuknya kedelai yang akan digiling. Penggilingan kedelai ini menggunakan tenaga manusia.

Proses penggilingan kedelai menghasilkan bubur kedelai yang berwarna putih. Bubur tersebut kemudian disaring dan diambil sarinya. Setelah itu, sari kedelai direbus hingga matang. Setelah dingin, sari kedelai akan menggumpal dan siap untuk dikonsumsi.

Saat ini tahok menjadi makanan tradisional yang nyaris punah. Mungkin sudah tak banyak generasi muda Solo yang familiar dengan nama tahok. Pasalnya, memang sudah tak banyak penjual yang menjajakan Tahok. Penjual tahok hanya dapat Sobat temukan di sekitar Pasar Gede Solo, itu pun hanya tinggal beberapa orang yang menjajakannya. Padahal, makanan ini merupakan makanan sehat yang bermanfaat untuk kesehatan. Sebagaimana kita tahu, kedelai memiliki kandungan protein nabati yang tinggi. Kuah jahe yang hangat pun memiliki banyak khasiat untuk tubuh. Tak heran, tahok sering menjadi makanan yang disantap saat cuaca dingin atau saat sedang tak enak badan.

Penasaran dengan rasa tahok? Yuk buat sendiri di Rumah. Bahan dan cara pembuatannya dapat Sobat simak di bawah ini!

Resep Tahok Solo

Bahan tahok

  • 500 gram kedelai
  • 3 liter air
  • Tepung hunkue secukupnya (optional)

Bahan kuah

  • 250 cc air
  • 250 gram gula merah
  • Jahe secukupya
  • Daun pandan

Langkah pembuatan:

  1. Rendam kedelai selama satu malam, kemudian cuci hingga bersih lalu tiriskan.
  2. Blender kedelai bersama air hingga halus.
  3. Saring kedelai yang sudah diblender menggunakan kain.
  4. Masak sari kedelai sampai mendidih.
  5. Tambahkan tepung hunkue secukupnya (jika menggunakan).
  6. Dinginkan tahok.
  7. Buat kuah jahe dengan merebus semua bahannya.
  8. Sajikan tahok bersama kuah jahe.