Jamupedia

Cerita di Balik Tembakau, Tidak Hanya Sebagai Bahan Rokok Tapi Juga Sebagai Obat!

"Tembakau adalah salah satu bahan baku rokok yang dibenci tapi disayang. Bagaimana tidak, produk ini dikonsumsi untuk menemani waktu luang dan menjadi kebiasaan yang susah dihentikan. Tak heran jika banyak orang yang menganggap rokok adalah teman paling setia. Namun, dibalik bahaya-bahaya rokok yang bahkan sudah diketahui khalayak ramai, rempah popular satu ini juga memiliki sisi positif sebagai obat!"

Diterbitkan oleh : administrator  -  15/12/2020 16:38 WIB

3 Menit baca.

Tembakau dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari Bahasa Spanyol “tobacco” yang dianggap sebagai asal kata dalam Bahasa Arawakan, khususnya dalam bahasa Taino di Karibia. Tembakau di Indonesia merupakan komoditas kebun yang menghasilkan banyak rupiah. Banyak sekali petani yang menghasilkan tembakau bagus dan pilihan lalu diekspor ke luar negeri. Tembakau juga kerap dianggap sebagai “emas hijau” karena harganya yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, tembakau kini juga sangat digandrungi para anak muda untuk bahan rokok yang dilinting sendiri atau biasa disebut “tingwe: nglinting dewe”. Padahal dulunya, tingwe identik dengan orang zaman lawas dan dilakukan oleh para orang tua. Namun, anak muda sekarang turut mengikuti kebiasaan orang tua yang dianggap sebuah cara untuk menyiasati harga rokok yang semakin mahal agar lebih irit. 

 

Sumber gambar: http://www.pariamantoday.com/

Jika ditelusuri, daerah penghasil tembakau di Indonesia sangatlah banyak. Namun, ada lima daerah penghasil tembakau kelas dunia di Indonesia. Pertama, Temanggung, kota kecil di Jawa Tengah yang dijuluki “surga tembakau” karena mampu menghasilkan tembakau dengan kualitas super. Kedua, Deli, kota yang dijuluki sebagai “Dollar Land” pada era Kolonial karena mampu menghasilkan tembakau dengan citra rasa yang sedap dan gurih. Ketiga, Lombok, kota di Nusa Tenggara Timur ini merupakan penghasil tembakau dengan aroma harum dan digemari oleh pecinta rokok kretek. Keempat, Jember, salah satu kota di Jawa Timur yang berhasil memproduksi tembakau dengan aroma yang khas dan terkenal karena elastisitasnya sehingga cocok sebagai bungkus cerutu. Kelima, Madura, salah satu pulau kecil di Indonesia yang mampu menghasilkan tembakau-tembakau pilihan. 

 

Sumber gambar: www.liputan6.com

 

Fakta Seputar Tembakau dalam Obat

Secara ilmiah, tembakau mengandung nikotin alkaloid stimulan yang sangat adiktif serta alkaloid harmala. Hampir setiap bagian tembakau mengandung nikotin dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Di antaranya daun (64%), batang (18%), akar (13%), dan bunga (5%). Terbukti bahwa kandungan daun pada tembakau memiliki konsentrasi paling tinggi terutama daun kering yang bisa digunakan untuk bahan baku rokok, cerutu, atau pun shisha. Tembakau sendiri dapat dikonsumsi dengan dikunyah, dicelup, atau dihisap. 

Dari kandungannya tersebut, tembakau juga bisa dijadikan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit. Berikut ini beberapa manfaat tembakau sebagai bahan obat. 

  1. Di India, tembakau dipakai sebagai pereda nyeri sakit telinga, sakit gigi, dan sebagai tapal (obat cair kental).
  2. Nikotin dipercaya membantu menghilangkan sakit serta mengeluarkan racun gigitan serangga dan ular berbisa.
  3. Nikotin dari efek merokok dipercaya dapat mengobati penyakit mental seperti, skizofrenia, ADHD/ADD dan gangguan mental lainnya.
  4. Tembakau bubuk dapat dijadikan sebagai pasta gigi. 
  5. Campuran tembakau dan leptotaenia multifida dapat mengatasi flu dan batuk.
  6. Tumbukan daun tembakau dapat mengatasi ruam kulit, eksim, dan rematik.
  7. Menurut LIPI, tembakau dapat menghasilkan protein antikanker. 

Nah, dari artikel di atas dapat disimbulkan bahwa tembakau tidak mengandung unsur negatif saja namun juga ada unsur positifnya. Oleh karena itu, gunakan tembakau dengan bijak agar tidak berakibat fatal.