Jamupedia

Yuk Belajar Mengolah Herbal di Kampoeng Djamoe Organik

"Indonesia memiliki banyak sentra penanaman dan pengolahan tanaman herbal atau jamu. Salah satunya berlokasi di areal industri Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Kampung jamu Cikarang itu diberi nama Kampoeng Djamoe Organik, sebuah kampung botani yang diinisiasi oleh pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar."

Diterbitkan oleh : administrator  -  23/11/2021 14:00 WIB

0 Menit baca.

Kampoeng Djamoe Organik (KaDO) berlokasi di Kawasan EJIP Pintu II, Cikarang Selatan, Bekasi. Seperti tertera di laman resminya, kampung jamu ini berada di Jalan Ciujung. Sobat bisa berwisata di kampung jamu Cikarang ini setiap hari Senin-Sabtu. Khusus untuk hari Minggu jika Sobat ingin melakukan kunjungan diharap konfirmasi terlebih dahulu kepada pengelola. KaDO buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Dengan tiket masuk seharga Rp20.000 Sobat sudah bisa berwisata sekaligus mempelajari kurang lebih 650 jenis tanaman obat, kosmetik, dan aromatik yang ada di sana. Sobat bisa mengikuti berbagai paket wisata edukasi yang disediakan oleh pengelola. Tak hanya itu, Kalian juga bisa menikmati produk-produk herbal dan jamu produksi kampung jamu ini.

Sumber: https://www.facebook.com/kampoengdjamoeorganikmt/

Dikutip dari laman kompas.com, KaDO terdiri dari dua areal perkebunan, yaitu Aromatic Land dan Beauty Land. Seperti namanya, Aromatic Land diisi tumbuhan yang memiliki aroma khas, sedangkan Beauty Land khusus untuk tanaman herbal kecantikan. Di kampung jamu ini terdapat tanaman-tanaman langka yang dulunya dianggap tidak mungkin dapat hidup di area KaDO. Tanaman-tanaman tersebut seperti zaitun, buah merah, hingga kemenyan.

Setelah menikmati sejuknya kebun dan belajar tentang berbagai macam herbal, Sobat bisa mengakses area pasca-panen. Di sini pengunjung akan belajar dan melihat langsung  proses penanganan tanaman yang sudah dipanen. Sobat bisa melihat langsung cara penyortiran, pencucian, penirisan, pengeringan, hingga pengemasan produk herbal.

 

Sumber: https://www.facebook.com/kampoengdjamoeorganikmt/

 

Sejarah Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar

Pembangunan kampung jamu KaDO ini berawal dari keprihatinan Martha Tilaar yang merasa sumber daya alam hayati Indonesia terus menerus dikeruk untuk kebutuhan pangan, kebutuhan perumahan masyarakat, dan tentunya kepentingan ekonomi. Oleh karena itu Martha Tilaar merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu mengatasi masalah itu sesuai kemampuan dirinya.

Sumber: https://www.facebook.com/kampoengdjamoeorganikmt/

Awalnya, pada tahun 1995 dibuatlah kebun botani seluas 7000 meter persegi di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kebun botani itu ditanami tumbuhan obat, kosmetik, dan aromatik asli Indonesia. Selain melestarikan, tujuannya juga untuk mensejahterakan warga sekitar. Dua tahun berselang, kebun botani itu sudah memiliki ratusan jenis tanaman. Untuk lebih memaksimalkan tujuan budidaya ini, dibuatlah kebun botani yang lebih luas dan lebih komprehensif. Akhirnya dibangunlah KaDO yang sekarang ini berlokasi di Cikarang.

Kampung jamu ini tak serta merta langsung jadi kebun yang layak tanam. Penyesuaian kualitas tanah agar layak tanam, pengelolaan sumber air agar siap untuk tanaman dan konsumsi, hingga membersihkan timbunan sampah yang sudah ada jauh sebelum lahan itu akan dibuat kebun botani. Tim KaDO memerlukan waktu kurang lebih empat tahun untuk mengatasi tantangan tersebut.

Sumber: https://www.facebook.com/kampoengdjamoeorganikmt/

Setelah kampung jamu Cikarang ini beroperasi, berkah pun diterima warga sekitarnya. Manajemen KaDO mengajak serta warga sekitar untuk bersama-sama maju. Misalnya, penanaman padi di area kampung jamu sepenuhnya dilakukan oleh petani sekitar dengan sistem bagi hasil. Warga yang memiliki ternak diperbolehkan untuk memanfaatkan rumput yang tumbuh di areal kebun. Saat KaDO ada acara, warga diajak untuk memberikan pelayanan seperti penyewaan kuda atau sapi.