Jamupedia

Bagaimana Aturan Konsumsi Jamu untuk Anak-Anak?

"Pada usia berapa sih anak boleh mengonsumsi jamu? Usia balita? Atau masuk usia sekolah? Amankah jamu dikonsumsi oleh anak-anak? "

Diterbitkan oleh : Kurnia HD  -  10/12/2020 08:50 WIB

2 Menit baca.

Mengonsumsi jamu sudah menjadi kebiasaan turun-temurun bagi masyarakat Indonesia. Jamu menjadi alternatif pengobatan yang banyak dipilih karena menggunakan bahan-bahan alami dan relatif lebih terjangkau, meskipun manfaatnya tidak dapat dirasakan secara instan. Pemanfaatan jamu, selain untuk mengobati jenis penyakit tertentu juga untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit. 

Pembiasaan minum jamu seringkali diwariskan oleh orang tua kepada anaknya. Pertanyaan mendasarnya adalah amankah jika jamu dikonsumsi oleh anak-anak dan sejak usia berapa seorang anak boleh diberikan jamu?

 

Sumber gambar: pleisbilongtumi.wordpress.com

Dikutip dari hellosehat.com, dr.Aldrin Nelwan, Kepala Unit Pengobatan Integratif RS Darmais Jakarta, menjelaskan bahwa anak usia 6 bulan sudah dapat diberikan jamu. Meskipun demikian, pemberian jamu pada anak harus tetap memerhatikan dosis (pada jamu kemasan) untuk menghindari efek samping.

Kepala Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Kemenkes RI, Drs. Ketut Ristiasa, Apt. dikutip dari hellosehat.com menjelaskan apabila kita ingin memberikan jamu racikan sendiri pada anak di bawah usia 12 tahun, sebaiknya berikan dosis setengah dari dosis orang dewasa. Sedangkan untuk anak usia balita, berikan dosis setengah dari anak usia di bawah 12 tahun.

Akan tetapi, sebelum memberikan jamu kepada bayi dan anak-anak, orang tua harus benar-benar memerhatikan bahan dan komposisi penggunaannya. Menjaga kebersihan bahan yang digunakan, tempat penyimpanan, dan kebersihan ketika mengolah juga harus diperhatikan dengan baik. Hal penting yang perlu diingat adalah menghindari mengonsumsi jamu bersamaan dengan mengonsumsi obat tertentu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sobat, berbagai manfaat dapat diambil dari mengonsumsi jamu. Mulai dari meningkatkan nafsu makan, meredakan gejala penyakit, meringankan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga dapat menghindarkan anak dari ketergantungan obat modern. Seperti kita ketahui bersama, mengonsumsi obat farmasi secara rutin dapat memberikan efek samping yang kurang baik bagi tubuh kita. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa jamu bukanlah obat yang dapat menyembuhkan secara instan. Jamu adalah terapi holistic yang harus dikonsumsi secara rutin dan teratur untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit. 

 

Daftar Pustaka

https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/bolehkah-bayi-dan-anak-minum-jamu/#gref